Bola.com, Tangerang - Dewa United memutuskan menempuh jalur damai dalam kasus tendangan kung fu yang terjadi ketika menghadapi Bhayangkara FC U-20 di Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 2025/2026.
Keputusan itu diambil setelah kedua kubu menjalani mediasi di Dewa United Arena, Tangerang, pada Rabu (22/4/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, Direktur Akademi Bhayangkara FC, Agus Rumekso Carel, Manajer Bhayangkara U-20, Yongki Pandu Pamungkas, pemain Bhayangkara FC U-20 sekaligus pelaku tendangan kung fu, Fadly Alberto, dan pemain Dewa United U-20 yang menjadi korban, Rakha Nurkholis.
"Kembali lagi, anak-anak ini adalah tanggung jawab kita bersama-sama. Anak-anak ini bukan anak-anak kita, tapi anak-anak kami," ujar Firman.
"Jadi anak-anak kami itu adalah anak-anak yang kita harus lindungi sama-sama," jelas mantan gelandang Timnas Indonesia tersebut.
Fadly Alberto mendatangi Dewa United Arena untuk meminta maaf langsung kepada Rakha Nurkholis usai insiden tendangan di EPA U-20. Rakha menerima permintaan maaf, keduanya berdamai di tengah ancaman sanksi Komdis PSSI.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Pemain Dalam Usia Pembinaaan
Firman menjelaskan bahwa para pemain masih berada dalam usia pembinaan. Karena itu, pendekatan edukasi dan perlindungan dinilai lebih penting dibanding membawa kasus ke ranah hukum.
"Tadi juga Alberto sudah minta maaf kepada Rakha, bahkan teman-teman yang lain atau pemain-pemain yang lain. Saya rasa ini sudah clear," kata Firman.
Firman menjelaskan bahwa Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, tidak jadi membawa kejadian ini ke ranah hukum. Pihaknya memilih untuk menerima permintaan maaf Bhayangkara FC U-20 dan Fadly Alberto.
"Penyampaian dari pimpinan kami, mohon maaf beliau tidak hadir, Pak Ardian tidak bisa hadir, tapi beliau memang ada kecewa tetapi memaafkan," tutur Firman.
"Memaafkan karena ini anak-anak, beliau merasa tidak ada tuntutan sampai ke hukum untuk Alberto, tetapi ini lebih bagaimana cara kita melindunginya."
"Karena beliau merasa bahwa kita sebagai orang tua, mungkin ada hal-hal yang tidak sampai secara edukasi terhadap anak-anak yang akhirnya lepas kontrol. Nah, ini jadi tanggung jawab kita sama-sama," imbuhnya.
Evaluasi Internal
Selain berdamai, Dewa United memastikan akan tetap melakukan evaluasi internal. Langkah itu menyasar pemain maupun staf pelatih yang dianggap terlibat dalam insiden tersebut.
Firman juga menjelaskan proses mediasi berlangsung terbuka dengan saling mendengar penjelasan dari masing-masing pihak. Setelah itu, seluruh pihak sepakat menyelesaikan masalah tanpa memperpanjang konflik.
"Tadi mediasi berlangsung dari cerita, habis itu permintaan maaf dari teman-teman Bhayangkara FC. Alberto juga tadi sudah langsung meminta maaf dengan Raka dan teman-teman yang lain juga. Semua kita langsung saling memaafkan," ungkap Firman.
"Mereka bercerita karena jujur sepak bola itu habis di 90 menit, setelah itu mereka jadi teman lagi. Bahkan ada juga yang satu kampung sebetulnya," tuturnya.
Pelajaran Berharga Bagi Pemain Muda
Firman berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga bagi pemain muda. Pihaknya ingin pembinaan usia muda tidak hanya menekankan kemampuan bermain, tetapi juga sikap di dalam dan luar lapangan.
"Intinya di dalam mediasi tadi lebih banyak pencerahan kepada pemain-pemain bahwa kita tidak mencari siapa salah siapa benar, tetapi mencari bagaimana kami sebagai orang yang lebih tua memberikan hal yang baik kepada anak-anak kita," terang Firman.
"Pemain hebat apa pun tanpa kita jaga secara attitude, kita enggak bisa jadi hebat. Sepak bola sekarang sangat detail dinilai masyarakat. Jadi itu yang kita kasih kepada adik-adik kita supaya mereka lebih pintar lagi memikirkan masa depan dan keluarga.”
"Kesempatan bermain di klub besar jangan disia-siakan dengan hal-hal bodoh. Kami tetap berlanjut untuk liga ini dan memperbaiki citra sepak bola di EPA ini," jelas Firman.

7 hours ago
2
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,565,20,0)/kly-media-production/medias/5563330/original/004951700_1776856478-IMG_4678.JPG.jpeg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,565,20,0)/kly-media-production/medias/5563438/original/092817500_1776867651-IMG_4656.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563424/original/086346500_1776866033-SaveGram.App_672519274_18462910561104986_689588659840995763_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558713/original/013040200_1776475893-20260417IQ_Persebaya_Surabaya_vs_Madura_United-45.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563330/original/004951700_1776856478-IMG_4678.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563444/original/076459000_1776870755-rakha.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4467428/original/066820100_1686816915-20230615BL_Preskon_Liga_1_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5451634/original/043867100_1766320212-20251221IQ_Persita_Tangerang_vs_Persik_Kediri-45.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563422/original/068076100_1776865654-SaveGram.App_673099079_18462910600104986_4881226204056810439_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5558718/original/041624500_1776476442-20260417IQ_Persebaya_Surabaya_vs_Madura_United-43.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563391/original/057146300_1776861683-Cahya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563296/original/009087500_1776854384-IMG_4680.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4108879/original/062361700_1659357505-Logo_Persis_Solo_Baru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469567/original/092858600_1768130667-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5563320/original/076236200_1776856190-IMG_4698.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563264/original/008358000_1776852081-pso_vs_bfc.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5559676/original/002125200_1776606413-IMG_1661.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319685/original/054520200_1755571375-Persijap_vs_Persib-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5563295/original/095556100_1776854204-HGf_PnpbIAAY8PL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4496010/original/075887800_1688881873-20230709_123821.jpg)



























:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4908650/original/070505300_1722696593-20240803BL_Perebutan_Peringkat_Ketiga_Piala_Presiden_2024_3.JPG)

