Para pemain Prancis melakukan selebrasi.(Anadolu)
Timnas Prancis memastikan satu tempat di fase delapan besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Timnas Paraguay. Laga Paraguay vs Prancis berakhir dengan skor 0-1. Satu-satunya gol tercipta lewat sepakan penalti Kylian Mbappe di menit ke-70.
Prancis, yang tampil dengan komposisi terbaiknya, mencoba mengambil inisiatif serangan sejak awal babak pertama. Penguasaan bola yang dominan menjadi ciri khas permainan Les Bleus, memaksa barisan pertahanan Paraguay untuk bekerja ekstra keras menghalau setiap ancaman yang datang.
Di sisi lain, Paraguay tidak tinggal diam. Dengan gaya permainan disiplin dan serangan balik yang cepat, tim asal Amerika Selatan ini beberapa kali merepotkan lini belakang Prancis. Transisi yang efektif dari bertahan ke menyerang menjadi senjata utama Paraguay dalam upaya mencuri keunggulan.
Momen Kunci di Lapangan
Pertarungan di lini tengah menjadi sorotan utama dalam laga ini. Kreativitas para gelandang Prancis diuji oleh ketangguhan dan determinasi para pemain Paraguay yang tampil spartan. Beberapa peluang emas tercipta melalui skema bola mati dan tendangan jarak jauh, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat papan skor tetap ketat.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menyegarkan alur serangan. Prancis terus menekan, sementara Paraguay tetap kokoh dengan organisasi pertahanan yang rapat, menunggu celah untuk melancarkan serangan balik mematikan. Namun, pada menit ke-67, satu kesalahan dibuat oleh pemain Paraguay Diego Gomez dengan melakukan pelanggaran terhadap Doue di kotak penalti. Pelanggaran tersebut lantas berbuah penalti bagi Prancis.
Mbappe yang maju sebagai eksekutor melaksanan tugasnya dengan sempurna dan membuat Prancis unggul. Skor 1-0 bertahan hingga akhir pertandingan.
Laga ini membuktikan bahwa Paraguay tetap menjadi lawan yang sulit ditaklukkan bagi tim-tim besar Eropa berkat kolektivitas mereka. Bagi Prancis, pertandingan ini menjadi ujian penting untuk mengasah ketajaman lini depan mereka menghadapi tim dengan pertahanan berlapis. (E-3)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)











