Cegah Erosi dan Polusi, Pemkot Depok Hijaukan Bekas Lahan Bangunan Liar dengan Tabebuya

12 hours ago 1
Cegah Erosi dan Polusi, Pemkot Depok Hijaukan Bekas Lahan Bangunan Liar dengan Tabebuya Gradasi warna kuning dan merah muda dari bunga Tabebuya kini tengah mempercantik kawasan Margonda, Juanda, Kartini, hingga GDC .(MI/Kisar Rajagukguk-HO/DLHK Depok)

PEMERINTAH Kota Depok, Jawa Barat, melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), secara proaktif membersihkan sisa bongkaran ribuan bangunan liar

Langkah ini diikuti dengan penghijauan di titik lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos fasum) untuk mencegah alih fungsi ilegal, mengembalikan fungsi resapan air, mengurangi polusi, serta mewujudkan lingkungan yang lebih asri.

"Puing dan sisa material, sisa pecahan semen, paku, dan cat bangunan dalam lokasi penertiban kita bersihkan agar tidak mengganggu akar pohon yang kita tanam," ungkap Kepala DLHK Kota Depok Reni Siti Nuraeni, Sabtu (4/7).

Reni mengungkapkan pembersihan puing bangunan dan tanam pohon tidak hanya menciptakan lingkungan yang asri, tetapi juga bernilai sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir selama pohon itu tumbuh dan memberi manfaat. 

Langkah menanam pohon di bekas lahan bongkaran bangunan liar ini merupakan bagian dari program tata kota untuk mencegah alih fungsi lahan bekas bangunan yang telah dibongkar.

"Kami menghijaukan dan mengasrikan kembali bekas lahan bongkaran. Hari ini kami menargetkan ribuan pohon Tabebuya untuk ditanami. Karena lokasi ini sejak dulu cocok jenis tanaman ini karena sesuai fungsinya untuk resapan air," katanya.

ESTETIKA KORIDOR HIJAU
Kini, suasana ruas-ruas jalan utama di Kota Depok tampak berbeda dengan menonjolkan aspek estetika. Keindahan hasil dari pohon Tabebuya yang ditanam di bekas lahan bongkaran di sepanjang Jalan Raya Margonda, RA Kartini, Grand Depok City, Jalan Raya Bogor, dan Jalan Juanda, kini tengah bermekaran indah menampilkan gradasi warna kuning dan merah muda yang menawan. 

Hamparan warna kuning keemasan, merah pink, ungu, dan magenta tersebut menjadi daya tarik visual yang menyegarkan sekaligus menjadi ajang swafoto warga.

"Mekarnya bunga Tabebuya di jalan-jalan protokol ini adalah hasil dari komitmen dan dedikasi panjang DLHK untuk menghadirkan ruang publik yang tidak hanya teduh secara ekologis, tetapi juga mampu memanjakan padangan visual."

"Ini adalah bagian dari upaya berkesinambungan kami untuk menjadikan Depok sebagai Kota yang asri, nyaman, dan berwawasan lingkungan. Keindahan visual tersebut, terdapat perencanaan lingkungan yang matang dan terukur," jelas Reni.

Reni menambahkan, pohon Tabebuya sangat tahan kekeringan. Tanaman hias populer yang dikenal dengan bunganya yang lebat dan berbentuk terompet ini merupakan komitmen Kota Depok yang bermotto 'Maju Bersama Depok'.

"Pohon Tabebuya yang kita tanam di ruang terbuka dan pinggir jalan ini merupakan tanaman berkayu keras, dan akar pohonnya tidak merusak trotoar serta mampu menyerap polusi udara dengan baik," imbuhnya.

TEKNIS SILVIKULTUR URBAN
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi DLHK Kota Depok Tri Sakti Anggoro menambahkan bahwa pemilihan pohon dari Genus Handroanthus ini didasarkan pada teknis silvikultur urban yang spesifik.

"Secara teknis, pemilihan Handro anthus chrysotrichus (Tabebuya kuning) dan Handroanthus heptphyllus (Tabebuya pink) didasarkan pada tingkat adaptabilitasnya yang tinggi terhadap urban stress, termasuk polusi udara dan suhu panas jalanan aspal," terang Tri.

Menurut dia, sistem perakaran pohon Tabebuya sangat ideal untuk koridor jalan karena tidak merusak struktur trotoar maupun aspal. Selain itu, daunnya berfungsi sebagai carbon sink atau penyerap karbon. "Carbon sink ini dapat juga mereduksi efek urban heat island di pusat kota," katanya.

Tri menegaskan, penanaman pohon Tabebuya dirancang untuk keindahan kota sekaligus mengintegrasikan fungsi ekologi, keselamatan infrastruktur, dan tata rias kota yang ramah bagi masyarakat.

"Penempatan Tabebuya di median jalan dirancang untuk menciptakan garis visual yang terarah bagi pengendara sekaligus memperkuat identitas jalan-jalan utama Kota Depok sebagai koridor hijau modern," pungkasnya. (KG/P-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |