Bayi Tertukar di RSHS Bandung, Polisi Usut Dugaan Kelalaian Perawat

12 hours ago 4

Bandung, CNN Indonesia --

Polrestabes Kota Bandung menyelidiki kasus dugaan kelalaian perawat hingga nyaris menyerahkan bayi kepada orang tua yang bukan kandungnya di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Anton, mengatakan pihaknya telah meminta keterangan rumah sakit untuk mendalami kemungkinan adanya unsur pidana atau pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam peristiwa tersebut.

"Kami saat ini masih dalam tahap penyelidikan, sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan nanti pun dari hasil penyelidikan ini akan kami sampaikan," kata Anton di Bandung, Selasa (14/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas kepolisian, kata Anton, juga telah mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mengumpulkan data serta keterangan awal.

Kendati demikian, Anton mengaku belum dapat memastikan apakah insiden tersebut terjadi akibat kelalaian administratif atau ada unsur kesengajaan.

"Kami masih dalam tahap penyelidikan dan akan memeriksa SOP yang diterapkan di rumah sakit," ujarnya.

Anton mengatakan pihaknya akan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) serta meminta keterangan dari pihak terkait, termasuk tenaga medis yang bertugas saat kejadian.

Selain itu, polisi juga akan mengundang pihak-pihak terkait untuk dimintai klarifikasi guna mengungkap kronologi peristiwa secara menyeluruh.

Sebelumnya, seorang ibu bernama Nina Saleha membagikan pengalaman atas kelalaian seorang perawat di RSHS Bandung melalui media sosial Tiktok pada Rabu (8/4).

Ibu Nina diketahui baru melahirkan dan mengaku hampir saja kehilangan bayinya di ruang perawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.

Nina bercerita, awalnya bayinya harus menjalani perawatan di ruang NICU RSHS Bandung. Setelah menjalani perawatan, Nina mendapat kabar bayinya diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.

Sambil menunggu proses administrasi, ia dan suaminya pergi makan.

Ia tidak mengkhawatirkan bayinya saat itu karena percaya bayinya ada di ruang perawatan yang dijaga oleh perawat.

"Saya teh ada rasa enggak enak perasaan. Saya balik lagi aja ke atas untuk lihat bayi," kata Nina saat dihubungi, Kamis (9/4).

Sesampainya di ruang tunggu, Nina mengaku kaget melihat bayinya tengah digendong oleh orang lain, yang bukan perawat.

Nani mengaku saat itu ia emosi dan cukup histeris melihat anaknya tersebut. Ia mengambil anaknya sambil menanyakan ke orang yang menggendong bayinya itu.

"Kenapa gendong bayi saya. Terus ibu itu kayak kebingungan. Saya tahu itu bayi saya dari selimut dan pakaian yang saya siapkan," katanya.

Melihat keramaian terjadi, para perawat pun terus berkumpul. Nani menanyakan kepada para perawat itu, mengapa bayi ada di tangan orang lain. Nani pun mendapat jawaban yang kurang mengenakan dari petugas rumah sakit.

"Katanya saya dipanggil, tapi enggak datang-datang. Tapi saya tanya lagi, kok bisa digendong orang lain? Yah gitu saja jawabannya," ujar Nina.

Nina mengatakan, di ruangan bayi itu kata dia tidak ada petugas keamanan yang berjaga. Ia mengaku kecewa atas pelayanan yang diberikan oleh perawat di RSHS.

"Saya mau melapor ke polisi. Saya enggak ingin kejadian ini, terulang kembali dan menimpa orang lain," kata dia.

RSHS Bandung sementara itu telah memberikan sanksi berupa surat peringatan 1 kepada perawat yang lalai memberikan bayi bukan pada orang tua kandungnya.

Selain itu, saat ini perawat tersebut sudah tidak masuk pada bagian pelayanan kesehatan masyarakat. Perawat tersebut di nonaktifkan.

"Perawatnya dinonaktifkan, dipindahkan ke bagian yang tidak melayani pasien dan diberikan SP 1," ujar Direktur Utama RSHS dr. Rachim Dinata Marsidi, Sp.B., Finac., M.Kes, saat dihubungi via pesan singkat, Jumat (10/4).

Rachim mengatakan soal RSHS Bandung akan dilakukan evaluasi oleh Kementrian Kesehatan, ia mengaku siap menerima evaluasi tersebut. Bahkan ia menyebut, setelah kejadian manajemen RSHS sudah melaporkan apa yang terjadi ke Kemenkes.

"Kami RSHS siap untuk dilakukan evaluasi oleh Kemenkes dan kami sudah melaporkan ke Kemenkes kejadian ini," kata dia.

Rachim menuturkan pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap seluruh perawat dan memastikan akan juga melakukan pembinaan terkait dengan SOP penyerahan bayi ke orang tua saat dalam perawatan RSHS.

"RSHS akan mengevaluasi dan melakukan pembinaan lagi kepada para perawat terhadap kepatuhan melaksanakan SOP mengenai penyerahan bayi ke pada orang tuanya, yang selama sudah berjalan dengan baik," kata dia.

(csr/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |