Bantuan diberikan kepada warga terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin.(TBS Foundation)
Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan 22 warga di sekitar lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, masih menjalani penanganan medis akibat Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang dipicu paparan asap kebakaran. Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan jumlah tersebut merupakan bagian dari total 154 warga yang sebelumnya mengalami gejala ISPA sejak kebakaran melanda TPA Jatiwaringin.
"Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan, sebelumnya ada lebih dari seratus warga yang mengalami gejala ISPA. Saat ini jumlahnya sudah menurun dan tersisa 22 orang yang masih dalam penanganan petugas kesehatan," kata Maesyal di Tangerang, Minggu (5/7).
Menurutnya, warga yang masih mengalami gangguan kesehatan mendapat pendampingan secara berkala dari tenaga medis yang berasal dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan puskesmas setempat.
Selain memberikan pelayanan di fasilitas kesehatan, pemerintah daerah juga menerjunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak.
"Petugas dari Dinas Kesehatan maupun puskesmas melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk memeriksa warga yang tidak mengungsi ke posko," ujarnya.
Sebagai bagian dari penanganan darurat, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga telah mendirikan dua posko pengungsian bagi warga yang terdampak asap kebakaran TPA Jatiwaringin.
Posko tersebut disiapkan untuk memberikan tempat tinggal sementara sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk layanan kesehatan, dapat terpenuhi selama proses penanganan kebakaran masih berlangsung.
Bantuan dari Swasta
TBS Foundation menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Bantuan disalurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tangerang untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak, terutama akibat paparan asap kebakaran. Bantuan yang diberikan meliputi 200 boks masker, 60 tabung Oxycan, serta makanan bagi warga yang saat ini berada di lokasi terdampak maupun pengungsian. Penyaluran dilakukan bekerja sama dengan PMI Kabupaten Tangerang agar bantuan dapat diterima masyarakat secara cepat dan tepat sasaran.
"Kami dari PMI Kabupaten Tangerang mengapresiasi kepercayaan dan dukungan yang diberikan oleh TBS Foundation. Kolaborasi ini sangat membantu kami dalam mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak, khususnya di situasi darurat seperti ini. Kami memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan secara cepat dan tepat," ujar Ketua Markas PMI Kabupaten Tangerang Hadi Fauzi.
Executive Director TBS Foundation Anugraha Dezmercoledi mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat ketika menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana lingkungan.
"Kami berharap bantuan ini dapat membantu melindungi kesehatan warga yang terdampak sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan masyarakat. Kami percaya bahwa dampak yang berkelanjutan lahir dari aksi nyata yang dilakukan secara kolaboratif," katanya.
Menurut Anugraha, keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui program-program jangka panjang, tetapi juga melalui respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat ketika terjadi kondisi darurat. Karena itu, TBS Foundation berkomitmen terus mendukung berbagai inisiatif yang memperkuat ketahanan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6). Berdasarkan keterangan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Achmad Taufik, dari total area TPA seluas 32 hektare, sekitar 15 hektare terdampak kebakaran. Hingga kini, delapan titik api telah berhasil dikendalikan, sementara empat titik lainnya masih dalam proses penanganan.
Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat. Berdasarkan data terakhir, ratusan warga mengalami gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap. Selain itu, lebih dari 50 kepala keluarga atau sekitar 158 jiwa telah dievakuasi ke lokasi pengungsian sementara untuk menghindari kualitas udara yang memburuk. (E-3)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)











