Asosiasi Bilang Butuh Tambahan 1,7 Juta Ton CPO untuk B50

3 hours ago 4

KETUA Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono menyatakan implementasi biodisel B50 membutuhkan tambahan volume minyak sawit mentah (CPO) hingga 1,7 juta ton. Kapasitas dalam negeri masih cukup, namun mandatori B50 dilakukan di tengah tren produksi yang melandai.

Adapun pemerintah menetapkan implementasi penuh bahan bakar nabati ini mulai 1 Juli 2026 mendatang. “Kalau B50 tahun ini saja kira-kira penambahannya sekitar 1,5 sampai 1,7 juta ton,” ucap Eddy seusai peluncuran buku 45 Tahun Gapki di Jakarta Pusat, Rabu, 30 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Bila diterapkan secara penuh selama setahun, Eddy memprediksi serapan tambahannya sekitar 3 sampai 3,5 juta ton. Ia menyatakan bahwa saat ini kondisi produksi sawit sedang stagnan. Sehingga saat mandatori diterapkan dan permintaan ekspor meningkat, penjualan ke luar negeri belum tentu dapat dipenuhi.

Meski demikian, ia menyatakan kebutuhan dalam negeri masih menjadi prioritas. Agar suplai tetap cukup, tak ada pilihan bagi produsen selain meningkatkan produktivitas. Sehingga implementasi B50 dapat berkelanjutan dan bahkan bisa meningkat.

Total volume produksi minyak sawit mentah yang aman, dengan adanya implementasi B50, adalah sekitar 60 juta ton atau lebih. Eddy menyatakan bahwa sebenarnya angka tersebut dapat dicapai. “Asalkan peremajaan sawit rakyat bisa berjalan dengan baik,” ucapnya.

Namun peremajaan sawit saat ini sangat lamban, sehingga produksi minyak sawit stagnan. Butuh peningkatan agar kebutuhan dalam negeri, B50, hingga ekspor dapat terpenuhi.

B50 merupakan campuran 50 persen biodiesel sawit dan 50 persen solar. Sebelumnya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia bakal menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026 seiring penerapan B50. "Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk," ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Amran menyatakan langkah tersebut bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian energi nasional dengan memanfaatkan komoditas kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif. Ia menjelaskan sawit tidak hanya dapat diolah menjadi solar, tetapi juga menjadi bensin dan etanol yang saat ini tengah dipercepat pengembangannya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |