Arab Saudi Tetapkan Persona Non Grata, Usir Staf Kedutaan-Militer Iran

9 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi mengusir atase militer Iran dan staf kedutaan dari wilayah kerajaan dan memberi waktu 24 jam untuk melakukan itu. Keputusan ini imbas serangan Iran terus berulang di wilayahnya.

Kementerian Luar Negeri Saudi pada Sabtu (21/3) menyatakan memberi status persona non grata terhadap "atese militer Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Kerajaan, asisten atase militer, dan tiga anggota staf misi".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arab Saudi telah menjadi target serangan balasan Iran usai diserang Amerika Serikat dan Israel. Iran juga menarget negara-negara tetangganya di Teluk yang memiliki aset militer AS.

Serangan Iran juga meluas hingga merusak area sipil dan fasilitas energi, menyebar kekacauan di Timur Tengah serta mengguncang pasar energi global.

Arab Saudi, yang memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar kedua di dunia, telah diserang ratusan rudal dan drone Iran sejak awal perang, sebagian besar di antaranya telah dicegat.

Di antara serangan-serangan tersebut, fasilitas energi di timur Arab Saudi telah berulang kali menjadi sasaran, begitu pula ibu kota, Riyadh, tempat kedutaan besar AS dihantam dua drone awal bulan ini.

Pada Kamis, pemuatan minyak di pelabuhan Yanbu di Laut Merah terganggu setelah sebuah drone jatuh di kilang Aramco-Exxon terdekat, SAMREF.

Pelabuhan tersebut adalah satu-satunya jalur ekspor Arab Saudi setelah Iran secara efektif memblokir lalu lintas kapal tanker yang meninggalkan Teluk melalui Selat Hormuz.

Pernyataan kementerian pada Sabtu itu muncul setelah Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud mengatakan awal pekan ini bahwa kepercayaan terhadap Iran telah "hancur", menegaskan hak negaranya untuk membela diri.

Menteri luar negeri mengatakan bahwa Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya memiliki "kapasitas dan kemampuan yang sangat signifikan yang dapat mereka gunakan jika mereka memilih untuk melakukannya".

Hubungan Arab Saudi dengan Iran secara historis memang bergejolak, tetapi kedua negara memulai upaya rekonsiliasi yang dimediasi Beijing tiga tahun lalu.

Pada Sabtu, Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa serangan Iran yang berkelanjutan akan menyebabkan eskalasi lebih lanjut dan memiliki "konsekuensi signifikan" bagi hubungan saat ini dan di masa mendatang.

Pernyataan tersebut menyusul keputusan Qatar pada Rabu untuk menyatakan atase militer dan keamanan Kedutaan Besar Iran di Doha sebagai persona non grata, bersama dengan staf mereka.

(fea)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |