PARTAI Amanat Nasional atau PAN mendapuk Surya Utama alias Uya Kuya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PAN Jakarta. Jabatan itu sebelumnya diduduki Sekretaris Jenderal DPP PAN Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan terdapat sejumlah alasan mengapa partainya memberikan amanah kepada Uya untuk menjadi pemimpin DPW PAN Jakarta.
"Yang bersangkutan memiliki integritas kepribadian yang baik sebagai pejuang partai," kata Viva dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Alasan kedua, dia melanjutkan, Uya juga dinilai sebagai kader PAN yang memiliki komitmen tinggi untuk membesarkan dan memperluas jaringan partai ke khalayak, khususnya di wilayah Ibu Kota.
Lalu, kata Viva, Uya sebagai kader PAN dari unsur selebiritis juga dinilai memiliki jejaring yang luas. Karenanya, legislator Komisi IX DPR itu diharapkan mampu menggenjot pendulangan suara PAN di Jakarta pada pemilu mendatang.
Ihwal pelantikan, dia menuturkan, proses tersebut akan dilangsungkan hari ini di Balai Sarbini, Jakarta dan akan dilantik langsung oleh Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.
"Pelantikan juga dilakukan untuk seluruh pengurus DPD PAN se-Jakarta," ujar Wakil Menteri Transmigrasi tersebut.
Adapun Uya Kuya bergabung dengan PAN melalui Eko Patrio pada 2022. Kala itu, Eko mempertemukan Uya dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang saat itu tengah menggelar rapat internal tidak resmi bersama tim media sosialnya.
Dalam siniar bersama Tempo.co yang tayang pada 2, Juni 2023, Uya bercerita manakala menghadiri rapat internal tersebut. Dia mengatakan, para anggota bisa mengemukakan pendapatnya dengan bebas di depan petinggi partai.
Uya sempat menyampaikan pendapatnya dalam rapat tersebut. Pendapat itu, kata dia, diterima baik oleh Zulkifli Hasan. Pertimbangan itulah yang kemudian memantapkan Uya bergabung dengan PAN.
Di Pemilu 2024, Uya diusung maju dalam pemilihan legislatif. Dia ditempatkan di daerah pemilihan Jakarta II yang meliputi wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan luar negeri. Uya lolos menjadi anggota DPR dari dapil tersebut.
Sebelum pecah kerusuhan Agustus 2025, Uya tersandung perkara dugaan pelanggaran etik karena berjoget di Sidang Tahunan MPR/DPR. Tindakannya dinilai nirempati dengan situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan.
Namun, pada 5 November 2025, Mahkamah Kehormatan Dewan atau MKD menyatakan Uya tidak melanggar kode etik dewan.



























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469567/original/092858600_1768130667-4.jpg)

