Tito: Permukiman di Kawasan Longsor Cisarua Perlu Direlokasi

2 hours ago 1

Bandung, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau langsung lokasi longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1).

Tito mengatakan kondisi alam di wilayah tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi. Ia menyebut curah hujan yang tinggi diperparah oleh struktur tanah yang gembur sehingga mudah bergerak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita melihat memang, selain hujan deras, struktur tanah di sini gembur. Subur di satu sisi untuk tanaman, tapi di sisi lain rawan karena tanahnya tidak kokoh," ujar Tito di lokasi.

Ia juga menyoroti kawasan perbukitan yang telah dipadati permukiman serta berkurangnya tanaman pelindung berakar kuat. Kondisi tersebut, kata Tito, membuat daya ikat tanah semakin melemah.

"Daerah perbukitan yang gembur ini banyak permukiman, dan tanaman pelindung yang akarnya menancap ke dalam banyak berganti menjadi hortikultura dan sayur-sayuran. Itu membuat sangat rentan kalau terjadi hujan deras," katanya.

Tito menilai kondisi di Cisarua memiliki kemiripan dengan sejumlah wilayah yang pernah mengalami bencana serupa, seperti Banjarnegara dan Cilacap, yang pernah ia kunjungi sebelumnya.

Dalam penanganan jangka pendek, Tito menegaskan upaya pencarian korban yang masih hilang harus dimaksimalkan, disertai dengan pendampingan bagi keluarga korban serta warga yang terdampak dan harus direlokasi.

"Yang pertama jangka pendek dulu, semaksimal mungkin untuk mencari yang hilang. Yang wafat dibantu keluarganya, dan yang direlokasi juga sudah dibantu. Saya lihat dukungannya banyak sekali, dari gubernur, bupati, jajaran, TNI, Polri, relawan, sampai pemerintah pusat, semuanya bergerak," ujarnya.

Sementara untuk jangka panjang, Tito menekankan pentingnya relokasi permanen ke wilayah yang lebih aman. Ia menyebut lokasi terdampak longsor tidak layak lagi untuk dijadikan kawasan permukiman.

"Menurut saya, tempat seperti ini jangan ditempati lagi. Harus direhab, direboisasi, ditanam tanaman yang akarnya keras supaya struktur tanahnya bisa menguat kembali. Kalau kembali lagi, nanti akan longsor lagi," ujarnya.

Ia menambahkan peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bagi daerah lain agar tata ruang diperkuat, khususnya di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

"Daerah-daerah rawan seperti ini harus kita petakan. Setiap bupati, wali kota, dan gubernur harus memetakan secara nasional untuk mengantisipasi kerawanan hidrometeorologis. Hujan lebat seperti ini bisa terjadi lagi," kata Tito.

Terkait kemungkinan langkah hukum, Tito menyatakan hal tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut dan tidak menjadi fokus utama saat ini.

"Kita belum tahu bagaimana tata ruangnya. Itu nanti dulu. Sekarang fokus dulu pada penanganan dan pengamanan," pungkasnya.

(fra/csr/fra)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |