Jakarta, CNN Indonesia --
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Rabu (11/3) mendesak Iran menghentikan serangan ke negara-negara Teluk.
DK PBB mengadopsi resolusi usulan Bahrain yang mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Arab tetangganya. Resolusi itu didukung 13 negara, dengan Rusia dan China abstain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menuntut penghentian segera semua serangan oleh Republik Islam Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yordania," demikian isi resolusi, seperti dikutip AFP, Rabu (11/3).
"Mengutuk setiap tindakan atau ancaman oleh Republik Islam Iran yang bertujuan menutup, menghalangi, atau mengganggu navigasi internasional di Selat Hormuz," lanjut resolusi.
Namun, respolusi itu tidak menyinggung Amerika Serikat dan Israel, yang jelas-jelas menginisiasi serangan militer ke Iran hingga memicu perang yang meluas di Timur Tengah hingga hari ini.
Duta Besar Bahrain untuk PBB Jamal Fares Alrowaiei mengatakan pengesahan resolusi ini mencerminkan peran kunci negara-negara Teluk dalam ekonomi global.
"Oleh karena itu, memastikan keamanan kawasan ini bukan hanya masalah regional, tapi tanggung jawab internasional bersama yang terkait erat dengan stabilitas ekonomi dunia dan keamanan energi," kata Alrowaiei.
China dan Rusia, sekutu dekat Iran, memutuskan abstain dari resolusi lantaran seruan tersebut tidak menyinggung serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Padahal, AS dan Israel yang meletuskan perang sehingga Iran membalas dengan menargetkan aset-aset militer mereka di negara-negara Timur Tengah.
Duta Besar Iran untuk PBB Amir Saeid Iravani mengatakan pengesahan resolusi tersebut merupakan penyalahgunaan terang-terangan mandat DK PBB untuk "mengejar agenda politik" AS dan Israel.
"Izinkan saya memperjelas, resolusi ini adalah ketidakadilan nyata terhadap negara saya, korban utama dari tindakan agresi yang jelas," tegasnya.
Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz sementara itu mengatakan pengesahan resolusi ini membuktikan bahwa negara-negara dunia mengecam tindakan Iran yang "menabur kekacauan" di kawasan.
"Strategi Iran untuk menabur kekacauan, mencoba menyandera negara-negara tetangganya, dan mencoba menggoyahkan tekad kawasan ini, jelas telah menjadi bumerang, seperti yang ditunjukkan dalam pemungutan suara hari ini," ucapnya.
AS dan Israel menyerang Iran sejak 28 Februari lalu. Serangan itu pun dibalas Teheran dengan menargetkan wilayah Israel dan aset-aset AS di Timur Tengah.
Lebih dari 1.300 orang tewas di Iran, termasuk anak-anak sekolah. AS menyerang sekolah dasar di Minab hingga lebih dari 100 anak tewas.
(blq/rds)

2 hours ago
2












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486410/original/015853500_1769586166-Pesib_Kurzawa.jpg)



