Jakarta, CNN Indonesia --
Putri Mahkota Norwegia Mette-Marit mengatakan pada Jumat (20/3) bahwa dia menyesali pertemanannya dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Dia kini berupaya meredam salah satu skandal terbesar yang menimpa keluarga kerajaan negara itu.
Pelepasan jutaan dokumen Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat telah mengguncang dunia. Dokumen ini mengungkap hubungan si pengusaha tercela itu dengan orang-orang terkemuka, termasuk putri mahkota serta politisi, eksekutif bisnis dan diplomat top Norwegia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dimanipulasi dan ditipu," kata Mette-Marit dikutip Reuters dari wawancara penuh air mata dengan NRK pada Jumat pagi.
"Tentu saja, saya berharap saya tidak pernah bertemu dengannya," katanya tentang Epstein.
Berkas-berkas tersebut menunjukkan komunikasi intens antara Mette-Marit dan Epstein yang terjadi lama setelah ia mengaku bersalah pada 2008 atas tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap seorang gadis di bawah umur.
Putri mahkota berusia 52 tahun itu telah meminta maaf kepada Raja Harald dan Ratu Sonja dalam pernyataannya pada 6 Februari. Namun sejauh ini dia belum dituduh melakukan kejahatan kriminal apapun.
Meski pemberitaan media sebelumnya menunjukkan bahwa Mette-Marit memiliki hubungan dengan Epstein, dokumen-dokumen baru menunjukkan hubungan yang lebih luas hingga memicu komentar dari perdana menteri Jonas Gahr Stoere yang menuntut ia memberikan penjelasan lengkap.
Pada Jumat, Stoere mengatakan penting bagi Mette-Marit menjawab pertanyaan tentang hubungannya dengan Epstein.
"Ia menyesali kontaknya dengan Epstein dan ia benar-benar menyesal. Ia bertanggung jawab karena tidak memeriksa latar belakangnya secara lebih teliti," katanya dalam pernyataan yang dikirim melalui email kepada Reuters.
Sang putri, istri Putra Mahkota Haakon, pewaris takhta, menjalin kontak dengan Epstein dari 2011 hingga 2014, dan tinggal di rumahnya di Palm Beach selama empat hari selama perjalanan pribadi pada 2013, menurut dokumen AS.
"Dia memanfaatkan fakta bahwa kami memiliki teman bersama, dan bahwa saya mudah percaya. Saya suka percaya yang terbaik tentang orang lain. Tetapi saya juga memilih untuk mengakhiri kontak dengannya," kata Mette-Marit.
"Saya tidak pernah melihat sesuatu yang ilegal," katanya kepada NRK.
Berkas Epstein bertentangan dengan pernyataan yang dia berikan pada 2019. Saat itu dia meminta maaf karena tidak menyelidiki masa lalunya dan mengatakan bahwa dia tidak akan pernah bergaul dengannya jika mengetahui kejahatan yang dilakukannya.
Dalam sebuah email yang dirilis dari Oktober 2011, tiga tahun setelah Epstein mengaku bersalah, Mette-Marit menulis kepadanya bahwa dia telah mencari informasi tentangnya di Google dan bahwa dia setuju "itu tidak terlihat terlalu baik" diikuti dengan emoji wajah tersenyum.
Ketika ditanya tentang email tersebut oleh NRK, Mette-Marit mengatakan dia tidak ingat mengapa dia menulisnya.
"Tetapi jika saya menemukan informasi yang membuat saya menyadari bahwa dia adalah pelaku pelecehan dan pelanggar seksual, saya tidak akan menulis emoji wajah tersenyum di belakangnya," katanya.
Ditemani suami
Putra Mahkota Haakon duduk di samping Mette-Marit saat wawancara. Haakon mengatakan ia mendukung istrinya di saat-saat sulit dan bahwa pernikahan adalah untuk "hari-hari baik dan hari-hari buruk".
"Mette penyayang, bijaksana, dan sangat kuat. Dan itulah mengapa saya akan selalu memasukkannya ke dalam tim ketika sesuatu yang sulit terjadi," kata putra mahkota.
Sementara Haakon dan anggota keluarga kerajaan lainnya memiliki jadwal yang padat, termasuk mengunjungi Olimpiade Musim Dingin di Italia dan menghadiri acara-acara di Norwegia, putri mahkota belum muncul di depan umum selama berminggu-minggu sebelum wawancara.
Mette-Marit menderita penyakit paru-paru kronis yang pada akhirnya mengharuskan dia menjalani transplantasi paru-paru. Dia juga menghadapi persidangan putra sulungnya dari hubungan sebelumnya, yang dituduh melakukan pemerkosaan dan kejahatan lainnya.
Putranya, Marius Borg Hoiby, 29 tahun, telah menyatakan dirinya tidak bersalah atas pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga, sementara mengakui di pengadilan beberapa tuduhan yang lebih ringan.
Popularitas keluarga kerajaan Norwegia mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir, menurut survei bulan Februari yang melibatkan 1.009 responden.
Sekitar 60 persen warga Norwegia mendukung monarki, turun dari 70 persen pada Januari, menurut jajak pendapat Norstat yang diterbitkan pada 21 Februari oleh lembaga penyiaran publik NRK. Sementara 27 persen mendukung republik, naik dari 19 persen pada periode yang sama.
(fea)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
1







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486410/original/015853500_1769586166-Pesib_Kurzawa.jpg)









