Puluhan WNA Disekap di Guest House Kuta Bali

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi membongkar dugaan aksi penyekapan puluhan warga negara asing (WNA) di salah satu guest house di Kuta, Badung, Bali, Senin (27/4).

Total, ada 26 WNA berbagai negara dan satu WNI yang diamankan polisi dari penggerebekan guest house tersebut. Mereka diduga merupakan korban penyekapan untuk dijadikan operator penipuan daring (scam).

Puluhan orang itu diamankan polisi dari salah satu guest house di Jalan Bypass Ngurah Rai, Gang Karang Sari, Kedonganan, Kuta, pada Senin sore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polresta Denpasar menyatakan pembongkaran kasus penyekapan puluhan WNA itu berawal dari informasi Kedutaan Besar Filipina di Jakarta.

"Tindakan ini merupakan tindak lanjut atas laporan dari Kedutaan Besar Filipina di Jakarta terkait dugaan adanya penyekapan warga negara Filipina yang akan dipekerjakan sebagai operator scam," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Selasa (28/4) dikutip dari detikBali.

Dalam penggerebekan yang dilakukan tim gabungan Polsek Kuta dan Polresta Denpasar, polisi mendapati beberapa ruangan dalam guest house itu telah dimodifikasi menjadi ruang kerja yang dilengkapi perangkat elektronik seperti laptop serta jaringan internet nirkabel.

"Dari hasil pemeriksaan, petugas mendapati beberapa kamar di lantai dua telah dimodifikasi menjadi ruang kerja yang dilengkapi perangkat elektronik seperti laptop serta jaringan internet Starlink," katanya.

Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti berupa puluhan handphone, laptop, iPad, perangkat internet, serta atribut menyerupai instansi penegak hukum luar negeri.

Total 27 orang

Sebanyak 27 orang diamankan--terdiri dari 26 WNA dari berbagai negara dan 1 WNI. Terdapat warga negara Filipina dan Kenya yang tidak dilengkapi dokumen paspor.

"Saat ini, seluruh WNA yang diamankan masih menjalani pendataan dan pemeriksaan intensif oleh tim gabungan dari Polresta Denpasar, Polsek Kuta, Ditreskrimum dan Ditsiber Polda Bali untuk mendalami dugaan tindak pidana yang terjadi," imbuhnya.

Saat ini, kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk mengungkap jaringan penipuan tersebut dan memastikan perlindungan terhadap para korban.

Selain itu, penyidik juga telah melakukan koordinasi dengan Imigrasi Bali untuk mengecek status keberadaan para WNA tersebut.

Kesaksian tetangga

Mengutip dari detikBaliseorang tetangga perempuan yang tinggal tepat di seberang guest house mengaku tidak melihat hal mencurigakan selama ini.

Dari rumahnya yang berlantai dua, ia hanya melihat kondisi guest house yang kerap tampak sepi tanpa aktivitas. Ia sesekali melihat mobil keluar-masuk. Menurutnya, aktivitas yang terlihat hanyalah orang yang sering datang dan pergi untuk mencuci.

"Ada yang pulang pergi gitu aja. Orang Indonesia yang pulang pergi yang kayak cuci-cuci sprei," ujarnya, Selasa sore.

Ia juga menyebut pemilik guest house merupakan warga Indonesia, sementara penyewanya disebut-sebut orang China. Ia bahkan pernah mencoba menyewa kamar di sana untuk orang tuanya, namun tidak diperbolehkan.

Tetangga lainnya, Ahmad, juga mengaku tidak mengetahui aktivitas di dalam guest house tersebut, dan kaget ketika polisi menggerebeknya.

"Ya, biasa saja, kayak kos-kosan gitu. Tapi saya kurang tahu juga ya kegiatan di baliknya," katanya.

"Semalam saya kaget kok banyak orang, ada polisi datang. Tetangga-tetangga juga enggak ada yang tahu karena memang tertutup sekali pintunya. Begitu ada orang masuk, langsung ditutup lagi," sambung Ahmad.

Baca berita lengkapnya di sini.

[Gambas:Youtube]

(kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |