Megawati Terima Gelar Kehormatan ke-14 dari Kampus PNU Arab Saudi

7 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri kembali menerima gelar doktor honoris causa yang menambah gelar kehormatannya menjadi 14.

Kali ini, Megawati menerima gelar doktor kehormatan dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU), Riyadh, Arab Saudi, Senin (9/2).

Dari total 14 gelar kehormatan itu, 11 merupakan gelar doktor honoris causa, dan tiga guru besar honoris causa. Belasan gelar itu didapat Megawati baik dari kampus dalam maupun luar negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lewat gelar terakhirnya, Megawati tercatat sebagai tokoh pertama di luar warga negara Arab Saudi yang menerima gelar kehormatan dari universitas perempuan terbesar di dunia tersebut.

"Kita berkumpul di Princess Nourah bint Abdulrahman University, sebuah universitas yang berdiri sebagai simbol kemajuan perempuan dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pengabdian kepada masyarakat," kata Megawati dalam sambutannya.

Menurut Megawati, negara yang mengabadikan peran perempuan dalam pengambilan keputusan berisiko telah kehilangan keseimbangan sosial, moral, dan peradaban.

Megawati pada kesempatan itu juga menjelaskan soal peran negara di luar struktur politik. Menurut dia, negara tidak boleh dipahami semata sebagai struktur administratif atau kekuasaan politik, melainkan sebagai peradaban yang hidup dan bertumpu pada nilai, sejarah, dan tanggung jawab moral.

"Negara yang besar adalah negara yang mampu menghimpun seluruh potensi kemanusiaannya. Negara yang kuat adalah negara yang tidak membiarkan separuh dari kekuatan sosialnya berada di pinggir sejarah," ujar Mega.

Sebagai presiden perempuan pertama di Indonesia, Megawati menegaskan pengalamannya di pemerintahan menunjukkan keterlibatan perempuan berpengaruh langsung terhadap kualitas kebijakan publik.

Dia mengingatkan, pemberdayaan perempuan tidak boleh dipersempit hanya pada persoalan keterwakilan jabatan. Menurutnya, yang lebih penting adalah keterlibatan perempuan secara bermakna dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan negara.

"Pemberdayaan perempuan bukanlah ancaman terhadap nilai, budaya, atau tradisi. Justru sebaliknya, ia merupakan syarat bagi negara yang percaya pada masa depannya sendiri," kata Megawati.

(thr/isn)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |