DPR Desak KAI dan Pemerintah Evaluasi Total Perlintasan Sebidang Kereta

2 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi V DPR meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi total terhadap seluruh perlintasan sebidang kereta.

Hal itu disampaikan pascakecelakaan Kereta Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4) malam. Kecelakaan itu diduga dipicu KRL yang tertemper taksi di perlintasan sebidang tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur.

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti sistem keamanan pada perlintasan sebidang usai insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam yang terus mencatat kenaikan korban hingga belasan jiwa per Selasa (28/4) siang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puan meminta pemerintah dan PT KAI memperbaiki sistem keamanan pada perlintasan sebidang yang selama ini banyak memicu kecelakaan kereta api.

"Terutama pada perlintasan sebidang yang masih banyak kita temukan di sepanjang perlintasan kereta. Karena keamanannya sangat kurang, kecelakaan kereta seringkali terjadi dan ini harus disikapi dengan serius," ujar Puan dalam keterangannya, Selasa (28/4).

Menurut dia, kecelakaan kereta di Bekasi menimbulkan pertanyaan bagi publik terkait keselamatan transportasi kereta yang selama ini digunakan jutaan masyarakat untuk mobilitas sehari-hari.

Padahal, kata Puan, kereta sebagai transportasi massal tak bisa hanya dipandang sebagai layanan publik, melainkan juga sebagai penopang ritme kerja, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.

"Karena itu, setiap insiden besar tidak hanya berdampak pada korban langsung, tetapi juga berpotensi memengaruhi persepsi masyarakat terhadap rasa aman menggunakan transportasi kereta," ujar Puan.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, mengatakan pihaknya telah berkali-kali mengingatkan KAI dan Kemenhub untuk menyelesaikan ribuan titik perlintasan sebidang karena selama ini kerap memicu kecelakaanl

"Komisi V DPR sudah bertahun-tahun meminta kepada KAl untuk menyelesaikan jalur perlintasan sebidang, tapi hingga saat ini darurat perlintasan sebidang tersebut tidak tertangani dengan baik," ujar Lasarus saat dihubungi, Selasa siang.

Perlintasan sebidang adalah titik temu antara jalur kereta api dan jalan raya pada bidang tanah yang sama. Biasanya, perlintasan ini dibagi menjadi yang dijaga dan tidak dijaga, serta diatur Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018.

Mengutip data KAI per 2024, kata Lasarus, tercatat ada 3.896 perlintasan sebidang di Indonesia saat ini.

Rinciannya adalah 2.803 perlintasan terdaftar dan 1.093 perlintasan tidak terdaftar. Dari jumlah tersebut, 1.832 perlintasan telah dijaga, sementara 971 perlintasan belum dijaga.

Per 2025, perlintasan sebidang menurun menjadi 3.703 titik, yang mencakup 2.776 perlintasan terdaftar, dan 927 perlintasan tidak terdaftar.

Lebih lanjut, Lasarus mengatakan pihaknya  menyampaikan duka cita atas insiden kecelakaan KRL yang ditabrak kereta jarak jauh di Bekasi yang kini telah menelan 15 korban jiwa dan puluhan lain luka-luka.

Dia menyampaikan, jika darurat perlintasan sebidang tak diselesaikan, bukan tidak mungkin kecelakaan serupa akan kembali terulang. Padahal, kata Lasarus, jalur kereta api mestinya steril dari segala hambatan.

"Makanya di seluruh dunia ini jalur kereta api itu clear and clean, kecuali di Indonesia," kata dia.

Mengutip sejumlah sumber, sedikitnya ada 15 kecelakaan kereta sepanjang awal 2016. Kecelakaan terbanyak terjadi pada Maret mencapai lima kasus dengan total korban meninggal dunia lebih dari puluhan.

Kecelakaan umumnya melibatkan kendaraan lain dan terjadi di perlintasan sebidang.

Wakil Ketua Komisi bidang transportasi DPR, Syaiful Huda menyoroti masih tingginya jumlah perlintasan sebidang yang kerap menganggu perjalanan kereta api, baik jarak jauh maupun commuter.

Apalagi, kata Huda, umumnya perlintasan sebidang tersebut tanpa penjagaan, sehingga kerap memicu kecelakaan. Berdasarkan informasi yang ia terima, kata Huda, perlintasan sebidang JPL 85 dekat Stasiun Bekasi Timur termasuk perlintasan tanpa penjagaan.

Huda juga menyoroti pengiriman sinyal dalam kasus kecelakaan di Bekasi, sehingga KA Argo Bromo Angrek memperlambat perjalanan atau bahkan menghentikan perjalanan saat ada gangguan perjalanan kereta.

"Nah saat KRL 5181 terlibat dengan insiden dengan taksi hijau dan KRL 5588 A menghentikan perjalanan di Stasiun Bekasi Timur, pertanyaannya kenapa KA Argo Bromo Anggrek tidak menghentikan perjalanannya. Apakah ini persoalan sinyal atau kelalaian manusia (human error)," ujar dia.

Komisi V, terang Huda, akan menunggu hasil investigasi KNKT terkait kecelakaan yang melibatkan KRL Jabodetabek dengan KA Argo Bromo di Bekasi Timur.

Kecelakaan kereta KA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin kemarin sekitar pukul 20.55 WIB atau hampir jam 9 malam.

Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan per Selasa siang ini jumlah korban tewas dalam kecelakaan kereta semalam mencapai 15 orang.

"Update sampai dengan jam 1 siang tadi ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat. Termasuk ada tiga yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit," kata AHY di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (18/4) siang.

"Dan, tentunya sekali lagi kita berupaya maksimal untuk melakukan penanganan secara medis agar bisa menyelamatkan saudara-saudara kita yang masih dirawat saat ini," sambungya.

(thr/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |