BUPATI Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Yosep Falentinus Kebo menegaskan dukungannya terhadap langkah hukum yang akan ditempuh keluarga almarhumah dokter Icha Pakaenoni terkait dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD Kabupaten TTU berkaitan dengan kematian dokter tersebut. "Kami sepenuhnya mendukung berbagai upaya yang akan dilakukan oleh keluarga dokter Icha, termasuk upaya hukum," kata Yosep dikutip dari Antara pada Sabtu malam, 27 Juni 2026.
Yosep mengatakan menuju rumah duka dokter Icha di Kabupaten Kupang untuk melayat. Menurut dia, almarhumah merupakan dokter yang bertugas di wilayah Kabupaten TTU.
Ia juga telah berkoordinasi dengan Polres Timor Tengah Utara agar menangani dugaan intimidasi oleh tiga anggota DPRD Kabupaten TTU secara serius. Menurut Yosep, keluarga kemungkinan baru akan melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian setelah ibadah arwah malam ketiga. "Mungkin nanti setelah malam ketiga baru proses pelaporan dilakukan ke aparat kepolisian," ujarnya.
Yosep menilai dugaan intimidasi yang diduga melibatkan anggota DPRD TTU hingga berujung pada kematian dokter Icha telah mencoreng nama baik Kabupaten TTU. Ia khawatir peristiwa tersebut menimbulkan persepsi negatif di kalangan tenaga kesehatan yang berencana mengabdi di Kabupaten TTU. "Saat ini kami sedang membutuhkan banyak tenaga kesehatan untuk bertugas di TTU. Namun, peristiwa ini akan membuat mereka takut bertugas di TTU karena khawatir mendapatkan perlakuan yang sama," kata Yosep.
Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman menegaskan kementeriannya akan melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan intimidasi yang dialami almarhumah. Menurut Aji, Kementerian Kesehatan akan melakukan investigasi bersama pihak-pihak terkait untuk memastikan seluruh fakta terungkap secara objektif, transparan, dan akuntabel.
"Kami sangat prihatin atas peristiwa ini. Setiap tenaga kesehatan berhak mendapatkan perlindungan, rasa aman, dan penghormatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Tidak boleh ada intimidasi, tekanan, ataupun tindakan yang merendahkan martabat tenaga kesehatan," ujar Aji di Jakarta, Sabtu.





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)














:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5469567/original/092858600_1768130667-4.jpg)

