AS Kirim Pasukan Khusus ke Timteng, Siap-siap Invasi Darat di Iran?

4 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Ratusan prajurit Pasukan Operasi Khusus Amerika Serikat (AS) telah tiba di Timur Tengah saat Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan invasi darat ke Iran.

Dua pejabat militer AS mengatakan kepada The New York Times bahwa pasukan tersebut kini telah bergabung dengan ribuan marinir dan pasukan terjun payung Angkatan Darat yang sudah siaga lebih dulu di sekitar Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komando yang mencakup Army Rangers dan Navy SEALs itu saat ini belum diberikan misi spesifik. Namun, sebagai pasukan darat khusus, mereka bisa dikerahkan untuk membantu menjaga Selat Hormuz yang secara efektif ditutup Iran sejak perang meletus akhir Februari lalu.

Menurut para pejabat, pasukan operasi khusus ini juga bisa dikerahkan sebagai bagian dari misi perebutan Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran. Mereka juga bisa digunakan dalam misi terkait uranium Iran di situs nuklir Isfahan.

Komando Operasi Khusus ini memperkuat 2.500 marinir AS dan 2.500 pelaut lainnya yang baru-baru ini tiba di Timur Tengah. Secara keseluruhan, ada lebih dari 50.000 prajurit AS di Timur Tengah saat ini. Jumlah ini 10.000 lebih banyak dari biasanya.

Pekan lalu, Pentagon juga memerintahkan sekitar 2.000 tentara dari Divisi Lintas Udara ke-82 Angkatan Darat pergi ke Timur Tengah.

Trump dikabarkan sedang memutar otak mencari cara membuka Selat Hormuz, yang penutupannya telah mengakibatkan krisis energi global belakangan ini. Selat Hormuz bertanggung jawab atas sekitar 20 persen minyak dunia.

Media Axios melaporkan Trump berniat menginvasi darat Iran, terutama terhadap Pulau Kharg, untuk menekan Teheran membuka kembali Selat Hormuz. Serangan terhadap infrastruktur minyak di Kharg dapat sangat merugikan Iran dan berpotensi memperparah perang.

(blq/dna/bac)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |