Adu Gemerlap Skuad PSIM Vs Persijap: Laskar Mataram Tak Hanya Lebih Mewah, tapi Juga Lebih Andal!

11 hours ago 4

Bola.com, Jakarta - Duel dua tim promosi, PSIM Yogyakarta dan Persijap Jepara, yang bakal tersaji pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 menyajikan perbedaan komposisi skuad yang cukup menarik.

Jelang duel yang akan berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Rabu (11-3-2026) pukul 20.30 malam WIB itu, PSIM punya performa yang jauh lebih mentereng ketimbang Persijap.

Laskar Mataram saat ini menempati peringkat ke-8 klasemen dengan koleksi 37 poin dari 24 pertandingan. Sementara itu, Laskar Kalinyamat masih berada di bibir degradasi karena berada di posisi ke-15 dengan koleksi 20 poin.

Perbedaan posisi ini sebetulnya dapat dilacak, satu di antaranya, dari kebijakan perekrutan pemain pada awal musim ini.

Secara komposisi, PSIM jauh lebih matang dan akhirnya terbukti jika para pemainnya punya kontribusi yang lebih oke. Berikut Bola.com menyajikan ulasannya.

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, meminta para pemain Garuda Muda memiliki mentalitas juara jelang Piala AFF U-17 2026 setelah hasil drawing menempatkan Indonesia satu grup dengan Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste. Pernyataan te...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Persijap Kalah Mewah

Kendati kedua kubu ini sama-sama berstatus sebagai tim promosi, kualitas komposisi skuad terlihat jomplang. Bahkan, dari perbandingan harga pasarnya, PSIM jauh lebih mewah ketimbang Persijap.

Saat ini, Laskar Mataram menjadi tim promosi dengan kualitas skuad paling mahal. Secara keseluruhan, PSIM dibanderol dengan nilai pasar sebesar Rp87,34 miliar. Ini tak terlepas dari sederet pemain bintang yang direkrut PSIM.

Ya, Laskar Mataram mendatangkan pemain-pemain asing yang kiprahnya sudah tak perlu diragukan lagi di Indonesia. Para pemain ini juga punya catatan performa yang oke sehingga nilai pasarnya merangkak naik.

Sementara itu, Persijap tak bisa banyak mengimbangi lawannya itu karena mereka termasuk sebagai tiga tim dengan nilai pasar paling rendah di BRI Super League. Meski sempat belanja banyak di paruh musim, Persijap hanya naik satu tingkat dari posisi sebelumnya.

Saat ini, Laskar Kalinyamat dibanderol dengan keseluruhan harga pasar sebesar Rp63,88 miliar, dan berada di peringkat ketiga terbawah setelah PSBS Biak dan Madura United. Dengan angka sebesar ini, rata-rata pemain Persijap dihargai sebesar Rp1,94 miliar.

Perombakan Skuad Kontras

PSIM dan Persijap memperlihatkan perbedaan krusial dalam perburuan pemain di awal musim ini. Sebab, komposisi PSIM bisa bertahan hingga putaran kedua, sedangkan Persijap harus melakukan perombakan besar pada paruh musim.

Laskar Mataram hanya mendatangkan satu pemain asing saja pada bursa transfer paruh musim ini, yakni Jop van der Avert. Sedangkan nama-nama lainnya masih dipertahankan, meski beberapa di antaranya absen karena cedera.

Sementara itu, Persijap tercatat merekrut enam amunisi asing untuk menghadapi putaran kedua ini. Mereka adalah Jose Arroyo, Aly Ndom, Borja Martinez, Borja Herrera, Lucas Morelatto, hingga Iker Guarrotxena.

Lantaran kebijakan perombakan ini, Laskar Kalinyamat harus melepas beberapa pemain asingnya yang telah bergabung pada putaran pertama, yakni Rosalvo Junior, Rodrigo Moura, Douglaz Cruz, hingga Elvis Sakyi.

Produktivitas Amunisi Impor

Ketimpangan lainnya yang terlihat dari PSIM dan Persijap ialah kontribusi para pemain asing di BRI Super League. Laskar Mataram punya sederet nama pemain yang jadi andalan utama karena bisa menjaga konsistensi.

Sebut saja Ze Valente, kapten PSIM yang saat ini jadi pemain paling produktif dengan koleksi delapan gol plus empat assist. Selain itu, ada pula Ezequiel Vidal dengan kontribusi lima gol plus enam assist. 

Itu belum termasuk striker asingnya, Nermin Haljieta, yang berhasil menyumbangkan empat gol dan lima assist. Bahkan, bek tengah Laskar Mataram, Franco Ramos Minggo, bisa tampil produktif dengan catatan empat gol.

Catatan ini jomplang jika dibandingkan amunisi asing Persijap, yang tak banyak berkontribusi. Hanya Carlos Franca saja yang mampu tampil gacor sejak memperkuat Laskar Kalinyamat. 

Sejauh ini, winger asal Portugal itu bisa menyumbangkan tujuh gol plus dua assist. Belakangan ini, mereka punya satu rekrutan baru yang sudah mulai tampil oke, yakni Iker Guarrotxena, dengan kontribusi tiga gol.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |